Formulir Kontak

 

UKHROWI

pict : arifah

-1 tahun yang lalu- tepat disaat 'Halal bi Halal Ukhrowi' di Masjid Ash-Sholihin SMA Negeri 2 Ngawi surat ini dibacakan oleh seorang ikhwan yang hadir
'bagaimana ikhwah yang aktif dalam kepengurusan dan saat itu hadir tidak merasa 'kecil' dengan apa yang dilakukakannya?’
sungguh, selama ini yang kami lakukan 'teramat kecil'
#Pembelajaran

Ash-Shobru fil ‘Ibadah .. Ash-Shobru ‘indal Mushibah .. Ash-Shobru ‘anid Dunya .. Ash-Shobru ‘anil Ma’shiyah .. Ash-Shobru fil Jihad ..
(baarakallaahu fiiha)
___________________

Ini surat untukmu, Ukhrowi. Dariku. Ini saranku untukmu, Ukhrowi.

Segala puji bagi Allah, kita memuji-Nya, dan kita minta pertolongan pada-Nya, dan kita mohon ampun pada-Nya. dan kita berlindung pada Allah dari kejelekan nafsu kita, dan keburukan amalan kita, dan barang siapa yang diberi hidayah oleh Allah, maka tak ada yang bisa menyesatkannya kecuali Allah, dan barangsiapa disesatkan oleh Allah maka tak ada yang bisa menunjukinya kecuali Allah.

aku bersaksi bahwa tidak ada Ilah yang berhak disembah kecuali Allah, dan aku bersaksi bahwa Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah hamba dan utusan Allah.

berfirman Allah dalam Al Qur’an yang mulia,

” wahai orang2 yang beriman, bertakwalah kalian kepada Allah dengan sebenar-benarnya takwa, dan janganlah kalian mati kecuali dalam keadaan muslim„”

dan sebaik-baik contoh adalah contoh dari Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam„

dan sejelek-jelek perkara adalah yang baru dalam agama

dan setiap yang baru dalam agama adalah bid’ah

dan setiap bid’ah adalah sesat

dan kesesatan tempatnya adalah di neraka,

dan kita berlindung dari siksa api neraka…

Mengapa kami merangkai Ukhrowi ?

Akh, Ukh, semuanya. .. Saya termasuk generasi pertama dari ukhrowi. Mengapa kupilih kata merangkai ? Karena saya yakin bahwa ukhrowi ini semata-mata hanya untuk merangkai ukhuwah yang selama ini terbatasi oleh sebuah lembaga yang namanya sekolah. Kita sama-sama seorang muslim dan kita tak jauh terpisah oleh lautan luas atau terik padang pasir. Kita hanya dipisahkan oleh sekolah sehingga seolah-olah sebelum ada ukhrowi kita tak kenal siapa saja pemuda-pemuda yang rela untuk mengurus dan memakmurkan masjid sekolahnya di sekitar kita.

Setelah adanya ukhrowi sekat itu mulai terangkat.. Aku mulai mengenal satu demi satu saudaraku semuslim. Ada Rohmat Basuki (SMASA), Heru Sularto (SMASA), Dedy (SMADA), Bayu (SMANIKE), Ali Zainal (Ngrambe), Wahyudi (SMAGO), Adi Purnomo (GRISA), Mufid (MAN PARON), dan banyak lagi.. Kami sering sharing bagaimana kondisi teman-teman di rohis masing-masing.. satu orang cerita dan yang lain mungkin bisa menanggapi sesuai pengalaman dan tentunya harus sesuai ilmu syariat (karena kita ukhuwah di atas islam). Dengan adanya hal semacam ini, obrolan-obrolan ringan dengan ditemani snack kecil-kecilan tak terasa lahir sebuah ukhuwah yang baru.

Ini sebenarnya yang kami inginkan dengan adanya ukhrowi. Ukhuwah Islamiyah. Sebuah harga mati dari ukhrowi ! Tak lebih dari itu.

Lantas pada surat ini, saya ingin menyampaikan 3 hal, yaitu apa yang seharusnya ada pada ukhrowi, apa prinsip ukhrowi, dan beberapa hal yang kuanggap itu salah tentunya dengan dalil.

Apa yang seharusnya ada pada Ukhrowi ?

1. Aqidah yang benar, manhaj (jalan) yang lurus, serta akhlak yang mulia

Apa itu aqidah ? Singkatnya aqidah adalah keyakinan. Apa itu manhaj ? Singkatnya adalah jalan. Apa itu Akhlaq ? Kalian sudah paham.

Aqidah yang lurus sangatlah penting ada di ukhrowi.

Bagaimana mungkin bisa kita berukhuwah diatas islam jika kita beraqidah islam sedangkan ada anggota ukhrowi yang beranggapan bahwa Allah itu punya tandingan ?

Bagaimana mungkin bisa kita berukhuwah diatas islam jika kita beraqidah lurus sedangkan teman kita adalah seorang yang menganggap bahwa Al Qur’an adalah makhluk ?

Bagaimana mungkin bisa kita berukhuwah diatas islam jika kita beraqidah lurus sedangkan teman kita adalah seorang yang menganggap bahwa dirinya tak mungkin akan dimasukkan dalam neraka ?

Bagaimana mungkin bisa kita berukhuwah diatas islam jika kita beraqidah lurus sedangkan teman kita adalah seorang yang menganggap bahwa takdir itu kejam ?

Bagaimana mungkin bisa kita berukhuwah diatas islam jika kita beraqidah lurus sedangkan teman kita adalah seorang yang menganggap sholat yang lima bukan kewajiban ?

Bagaimana mungkin bisa kita berukhuwah diatas islam jika kita beraqidah lurus sedangkan teman kita adalah seorang yang berdoa dan meminta kepada penghuni kubur ?

“ Tidak akan engkau jumpai sebuah kaum yang beriman pada Allah dan hari akhirat saling berkasih sayang dengan orang yang menentang Allah dan rasul-Nya walaupun mereka adalah bapak mereka, anak mereka, saudara mereka, atau keluarga mereka. Mereka itulah orang-orang yang dalam hatinya telah ditanamkan Allah keimanan dan Allah telah menguatkan mereka dengan pertolongan tang datang dari-Nya…” [ Al Mujadilah : 22 ]

Akh, Ukh, mari perbaiki aqidah kita. Saya yakin, umur kita ini tidak akan cukup jika kita ingin terus dan terus untuk mempelajari Aqidah yang lurus.

Manhaj pun demikian. Apa gunanya jika kita mengaku bermanhaj lurus tapi ternyata kita berteman dengan seorang yang memberontak pada pemerintah ? Dsb. Banyaak sekali contoh yang harusnya tertulis di kertas ini namun keterbatasan ilmuku maka akupun tak sanggup menulisnya lagi..

Akhlak juga harus dijaga.

“Dan rendahkanlah dirimu terhadap orang-orang yang mengikutimu, yaitu orang-orang yang beriman.” (Asy-Syu’ara’: 215)

Bahkan Allah pun memuji hamba-Nya sekaligus rasul-Nya yaitu Nabi Muhammad karena akhlaknya..

“ Dan sesungguhnya engkau sungguh ada diatas akhlak yang agung “ ( Surat Al Qalam )

Salah satu cara untuk memperbaiki ukhuwah islamiyah dengan teman adalah dengan menebar salam..

“Kalian tidak akan masuk surga sampai kalian beriman. Dan kalian tidak akan beriman (dengan iman yang sempurna) sampai kalian saling mencintai. Maukah kalian aku tunjukkan sesuatu, yang apabila kalian melakukannya niscaya kalian akan saling mencintai? Tebarkanlah salam di antara kalian.” (HR. Muslim)

Selain itu masih banyak lagi akhlak mulia lainnya seperti saling menasehati dalam kebenaran dan kesabaran ( Surat Al ‘Ashr ) , dan saling membantu dalam ketaatan ( Al Maidah : 2 ) ..

Maka susah akan terbentuk sebuah persaudaraan diatas islam jika akhlak yang terdapat pada teman-teman adalah akhlak yang buruk.

Tidak saling sapa, justru saling ghibah.

Tidak saling memberi, justru saling iri.

Tidak saling menasehati, justru saling mencaci.

Lantas mau dibawa kemana ukhrowi jika seperti ini ?

2. Ikhlas Niat

Tak ada arti jika suatu ibadah mulia ini tanpa niat yang ikhlas. Potongan hadits ‘Umar yang artinya, “ sesungguhnya setiap amal itu tergantung pada niatnya “, serta firman Allah dalam surat Al Bayyinah ayat lima telah sangat cukup mnjadi pegangan di kedua tangan kita, untuk kita gigit erat dengan geraham kita, bahwa niat itu lillaah..hanya untuk Allah..

Kawan, Sungguh telah dikabarkan pula dalam sebuah hadits bahwa ada 3 orang yang diseret ke neraka karena niat yang salah..

Seorang qori’ yang ingin dikatakan ‘alim, seorang mujahid yang ingin dikatakan pahlawan/pemberani, seorang yang bersedekah yang ingin dikatakan dermawan, Allah seret mereka, wajah mereka ke dalam neraka..

Lantas ? akankah kita datang silaturahim ukhrowi hanya untuk mejeng dapat kenalan ? ya walaupun mungkin awalnya seperti itu namun…seterusnya tak boleh seperti itu. Niat ini harus hanya untuk Allah..Ikhlas, diniatkan untuk Allah, untuk ibadah pada Allah, dan untuk mengerjakan perintah Allah.

3. Majelis

Sebenarnya hal penting selanjutnya adalah saling mengunjungi. Namun pada permasalahan kali ini, saya membuat kesamaannya dengan adanya sebuah majelis. Mungkin selama ini sudah berjalan dengan adanya silaturahim di sebuah sekolah, dsb. Hal ini akan bernilai sangat mulia di sisi Allah jika niat kita benar yaitu untuk mengunjungi (ziarah) ke tempat saudara karena Allah seperti hadits berikut ( coba, simak serius )

Ada seseorang mengunjungi saudaranya di sebuah desa. Maka Allah Subhanahu wa Ta’ala mengutus malaikat-Nya untuk menjaganya di dalam perjalanannya. Maka tatkala malaikat tersebut menemuinya, malaikat itu bertanya: “Kamu hendak pergi ke mana?” Dia menjawab: “Aku ingin mengunjungi saudaraku di desa ini.” Malaikat itu bertanya lagi: “Apakah kamu memiliki suatu kenikmatan yang bisa diberikan kepadanya?” Dia menjawab: “Tidak. Hanya saja aku mencintai dia karena Allah Subhanahu wa Ta’ala.” Maka malaikat itu menyatakan: “Aku adalah utusan Allah Subhanahu wa Ta’ala kepadamu (untuk mengabarkan kepadamu) bahwa Allah Subhanahu wa Ta’ala sungguh mencintaimu sebagaimana kamu mencintainya karena-Nya.” (HR. Muslim)

Namun jangan sampai sudah datang jauh-jauh ternyata saat sudah ketemu justru gosip, ghibah, namimah (adu domba), fitnah, dsb.. Maka sungguh telah rugi..sungguh telah rugi.. Jika hal itu terjadi maka ziarah itu bukan karena Allah.. Lihatlah hadits berikut ini.

“Wahai sekalian orang yang telah masuk Islam dengan lisannya dalam keadaan imannya belum masuk ke dalam hatinya. Jangan kalian menyakiti orang-orang muslim. Jangan kalian merendahkan mereka. Dan jangan kalian mencari-cari kelemahannya. Karena barangsiapa mencari-cari kelemahan saudaranya yang muslim, niscaya Allah Subhanahu wa Ta’ala akan mencari-cari kelemahannya. Dan barangsiapa yang Allah Subhanahu wa Ta’ala mencari-cari kelemahannya, niscaya Allah Subhanahu wa Ta’ala akan membongkar kelemahan atau kekurangannya walaupun dia berada di dalam rumahnya.” (HR. At-Tirmidzi no. 2032)

4. Pemenuhan hak

“Hak seorang muslim atas muslim lainnya ada enam. Ditanyakan: “Apa saja wahai Rasulullah?” Beliau berkata: “Bila engkau bertemu dengannya maka ucapkanlah salam kepadanya, bila dia mengundangmu maka penuhilah undangannya, bila dia meminta nasihat maka berilah dia nasihat, bila dia bersin lalu memuji Allah maka jawablah, bila dia sakit maka jenguklah, dan bila dia mati maka ikutilah (jenazahnya).”

Maka telah jelas bahwa tidak selayaknya kita menelantarkan hak sesama muslim ini..

5. Pemimpin yang Sholih

“ Wahai orang-orang yang beriman, taatlah pada Allah, dan taatlah pada Rasul, dan pada ulil amri kalian “. [ An Nisaa ]

Jelas, sangat jelas. Taat pada pemimpin adalah sebuah keharusan selama perintahnya itu tidak untuk maksiat karena telah datang hadits dari Rasulullah bahwa

“ Laa thoo’atan li makhluuqin fii ma’shiyatil khooliq “, “ Tidak ada ketaatan pada makhluk dalam memaksiati Al Khooliq ( Allah ) “.

Taatilah pemimpin kalian. Adapun kepemimpinan itu adalah tugas bagi seorang laki-laki.

“ Ar rijaalu qowwamuuna ‘alan nisaa “, “Laki-laki itu pemimpin/pelindung bagi perempuan”

Maka selayaknyalah pengurus ini dipegang oleh laki-laki saja. Mungkin akan muncul pertanyaan dari hal ini, maka insya Allah akan datang penjelasannya jika engkau terus membacanya.

Apa prinsip Ukhrowi ?

Entah apakah ini pantas untuk disebut prinsip. Namun aku menganggapnya sebagai sebuah hal yang sangat penting bagi ukhrowi..

“ Apa-apa yang bisa membuat ukhuwah ini menjadi kuat, maka lakukanlah SELAMA ADA DALILNYA ( Al Qur’an atau Hadits yang Shohih ) “

Karena agama ini telah sempurna kawan.. Telah sempurna..

“ Pada hari ini telah Kusempurnakan untukmu agamamu, dan telah Kucukupkan padamu nikmat-Ku, dan Aku ridho untukmu Islam sebagai agama “ ( Surat Al Maidah )

Lantas apakah engkau akan menambahinya lagi, Ukhrowi ? Apakah engkau anggap bahwa syariat ini belum sempurna ? Jika engkau menganggapnya seperti itu, maka sungguh telah engkau telah merendahkan Allah dengan mengatakan bahwa syariat ini belum lengkap dan engkau telah mengkhianati Rasul dan menganggap bahwa Rasul telah berkhianat ( ada syariat yang belum disampaikan ) ??

Sungguh, sungguh jangan Ukhrowi.. jangan.. Walaupun mungkin di logikamu itu terasa baik akan tetapi jangan engkau lakukan. Siapa yang menganggap bahwa menambah 1 rakaat pada sholat ashar menjadi 5 rakaat itu jelek ? logika yang sehat akan mengatakan itu baik, NAMUN pasti Allah akan mengadzabnya. Mengapa ? Apakah karena satu rakaat yang ditambahkan ? BUKAN, karena engkau tidak mengikuti Allah dan Rasul-Nya…

Kalaulah jika agama ini diatas logika, maka alas khuf (apapun yang menutup dari ujung jari kaki sampai menutup mata kaki) lebih layak untuk diusap dibanding punggung atas khuf. NAMUN, islam mensyariatkan bagi orang yang memakai khuf jika ia memakai khuf dalam keadaan suci, maka ketika hendak berwudhu lagi ia cukup mengusap BAGIAN ATAS khuf bukan melepasnya lalu membasuh kakinya. Namun sekali lagi, jika islam ini diatas logika maka bagian bawah khuf lebih layak untuk diusap.

Selain itu, tahukah engkau Ukhrowi bahwa ada satu hadits dari ‘Umar ibn Khoththob yang diriwayatkan oleh dua Imam besar ( Al Bukhori dan Imam Muslim ) yang dicantumkan oleh Asy Syaikh Abdul Ghoni Al Maqdasiy dalam kitabnya Umdatul Ahkam dalam kitab Haji

‘Umar berkata “ Sungguh aku sangat tahu bahwa engkau hanyalah sebuah batu, tidak bisa memberi manfaat maupun mudharat, jikalau seandainya aku tidak melihat Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam menciummu maka aku tak akan menciummu “

Lihatlah Ukhrowi, akal sehat pasti akan mengatakan “ Gila, tak ada artinya mencium batu… “. Namun inilah syariat kawan, selama itu ada dalilnya maka masuk akal atau tidak, kewajiban kita adalah beriman dan mengamalkannya..

Kita adalah hamba.. Ta’abudiyah.. Kita hamba Allah..

Beberapa hal yang kuanggap perlu dikoreksi dalam ukhrowi

Rapat Ikhwan Akhwat

Menurutku kalau hanya rapat, cukup ikhwan saja. Jika akhwat perlu tahu hasilnya bisa dipost di FB (manfaatkan fasilitas grup yang ada) dan bisa disampaikan masukan dan saran dari akhwat lewat FB. Ingat akhlak yang baik ketika di FB juga. Jadi ane sarankan, akhwat ukhrowi ada grup khusus untuk rapat intern akhwat.

Mengapa ?

Karena pada fitrahnya wanita itu di rumah saja.

“ Hai isteri-isteri Nabi, kalian tidaklah seperti wanita yang lain, jika kalian bertaqwa. Maka janganlah kalian melembutkan suara dalam berbicara sehingga berkeinginanlah orang yang ada penyakit dalam hatinya, dan ucapkanlah perkataan yang baik, dan hendaklah kalian tetap tinggal di rumah kalian serta janganlah kalian bertabarruj seperti tabarrujnya orang-orang jahiliah yang dulu. Dan dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat, dan taatlah kalian kepada Allah dan Rasul-Nya “ ( Al Ahzab : 32-33 )

Jika para istri Nabi saja diperingatkan oleh Allah tentang itu, maka wanita lain lebih pantas lagi untuk diperingatkan karena wanita lain jauh lebih rentan dari fitnah-fitnah yang ada. Di ayat itu pula telah dijelaskan bahwa wanita dilarang melembutkan suara dalam berbicara dan larangan bertabarruj seperti tabarrujnya orang-orang jahiliah yang dulu. Tabarruj adalah berpakaian tapi telanjang.

Maka wahai saudaraku dan saudariku, cukuplah yang rapat itu ikhwan saja.. Aku tak ingin akhwat sibuk-sibuk pulang pergi hanya untuk ikut rapat, ngurus uang, surat, dsb padahal telah jelas perintah dari Allah diatas.

Lantas apa salah satu hikmah dari syariat ini ?

Telah terbukti kawan. Coba kalian simak salah satu status di FB yang kudapatkan, kejadian nyata di Bandung.

===

Modus baru copet di angkot, waspadalah!

Temen2, kita musti lebih ekstra WASPADA lagi sekarang, ini Copas dari teman :

Dear Friends…

Saya mau sedikit sharing, mengenai modus pencopetan di angkot..

biasanya kan kalo angkotnya laki-laki semua, suka serem ga jadi naik, tapi skrng “Ibu-ibu juga bisa jadi pelaku pencopetan..!!”

Gini ceritanya :

Minggu pagi jam 9, tgl 29 Jan 2012, saya naik angkot Caheum Ciroyom dari depan Unpad, mau ke Pasteur. Diangkotnya udah penuh, isinya ibu2 ada yg bawa sayuran, ada yg bawa anak laki2 (sekitar umuran SD kls 3 an), ada juga ibu yang pake training keliatan abis olahraga gitu pake sepatu olah raga pake jilbab duduk di deket pintu..

(SEMUA DIANGKOT IBU-IBU, KECUALI SOPIR). Tadinya kepikiran mau duduk di depan, tapi ada orgnya 2 orang. Ada perempuan yang asik bbm-an sambil ngedengerin musik pake hedset gede, malah saya sempet risih, “duh, dia ga hati2 bgt sih bbm-an diangkot”

Angkot jalan kayak biasanya, agak ga enak gtu jalannya, gas ga teratur.. sampe di deket hasan sadikin belakang..

(Jadi rute angkotnya, sebelum ciwalk dia belok kanan) ehh, berhenti ngedadak keras bgt., Angkot berenti, langsung di detik yang sama, ibu2 narik tas saya. (Saya duduk paling pojok deket kaca). Sampe robek tasnya, ada ibu2 yg pake baju olahraga tadi, ngebuka tas dan ngambil hp & dompetnya.. langsung lari ke gang sempit.. saya berusaha keluar angkot itu, TERNYATA SEMUA PENUMPANG ANGKOT YG IBU2 ITU

COPET!!” pas keluar dan berusaha ngerebut tas, badan saya dipegangin, narik2 baju, jam tangan ditarik juga sama anak laki2 yang seusia SD itu.. Alhamdulilah, susah payah ngelepasin tangan2 ituu dari badan saya. masih bisa keluar angkot bawa tas yang udah kebuka dan robek, ngejar ibu2 yg bawa hp saya.. Tapi supir angkotnya diem aja.. ga nolongin Saya udah teriak sambil nangis ga karuan lah..

Eh ibunya lari kenceng banget, tapi untung masih kekejar walaupun lagi pake kelom dan megang tas yg kebuka.. ibunya di sleding aja kakinya, sampe ibunya jatoh.. cepet2 saya ambil dompet & hp saya.. langsung lari ninggalin ibu2 itu. ehh ternyata dia

masih ngejar, saya dorong badannya sampe jatoh.. saya lari lagi, nyebrang cepeett… ibunya kalah cepet keburu kehalangin mobil pas waktu nyebrang.Saya masuk ke pom bensin, mau ngumpet, karena ibunya masih ngejar… alhamdulilah ada taxi blue bird

lagi isi bensin, langsung aja saya masuk dengan badan yang gemeter & pucet banget..Saya udah teriak2 minta tolong,sayangnya, ga ada satupun yang nolongin,

padahal disitu banyak orang, rame banget..

Ini kejadian ke 5x nya, saya hampir kecopetan diangkot.. masih ga ngerti juga kenapa, padahal diangkot saya ga pernah ngeluarin hp, dompet, dll.. saya cuma pegang uang ongkos aja..

Temen2 lebih hati2 yaa.. semoga kejadian ini ga terjadi lagi, buat saya juga buat temen2 semua.. Aamin..

Kalo temen2 ada tips, naek angkot yg aman, silahkan di share juga..

Note:

- Harus lebih waspada lagi, mending

nunggu angkot yang bangku depannya

kosong

- Modusnya udah banyak bgt, jadi ga

gampang percaya juga walaupun

perempuan kyk ibu2 itu..

- Alhamdulilah, masih diselamatkan Allah

dan barang saya ga ada yang

ilang. Walaupun trauma masih serem

klo naek angkot,.

- Selalu mengingat Allah, agar kita

mendapatkan pertolongan saat apapun

yang terjadi..

Smoga bisa jadi sharing yang

bermanfaat yaa..

Salam,

kalo kata temen saya, biasanya kaya gini komplotan ama sopir, gas gak teratur dan berhenti ngedadak keras itu mungkin sebuah kode buat langsung ngejalanin aksi

apalagi ditambah si sopir yang gak noloongin

ini tulisan copas dari temen paguyuban anak-anak solo

WASPADALAH.. WASPADALAH…

===

Perempuan keluar rumah itu sangat besar resikonya. Ya mungkin teman-teman beranggapan bahwa Ngawi masih aman-aman saja. Namun apakah kalian tahu dibalik hati orang-orang sekitar ? siapa tahu mereka menyimpan niat bejat terhadap kalian ? Bukannya ini suudzon Namun ini hanya sikap berhati-hati. Tidak ada salahnya. Toh jika terjadi hal yang tidak diinginkan maka jelas kita yang rugi. Mungkin kehormatan, Harta, atau Darah kaum muslimin terlanggar haknya. Padahal Rasul telah bersabda

“ Muslim atas muslim lainnya adalah haram, (yaitu) darahnya, hartanya, dan kehormatannya “

Haram yang dimaksud adalah kita harus menjaganya, tidak boleh dilanggar.

Saudariku, suaramu itu juga sangat berharga.. Aku yakin entah itu laki-laki sholih ataupun bejat jika ia ada penyakit hati lalu mendengar suara lembut seorang sholihah maka ia akan ada keinginan padamu. Entah apa itu. Lantas siapa yang bisa menjamin pada seseorang itu tidak ada penyakit hati ? Apakah engkau bisa melihat hati seseorang ? Tidak Ukhtiy.. Hanya Allah yang tahu. Maka berhati-hatilah.

Begitupun Tabarruj. Sekarang sudah mulai bertebaran JILBAB MODIS. Naon eta ? Silakan berkaca sendiri, apakah jilbabmu sudah bisa menjagamu dari lelaki ?

Jika hijabmu itu sudah bisa menjagamu maka itu hijab yang benar, namun jika belum maka hijab itu belum benar.

Lantas apa saja yang bisa membuat lelaki tertarik ?

Warna mencolok. (apalagi ditambah motif bunga, dsb)
Ketat
Terawang
Tidak menutup seluruh tubuh

Satu dari empat hal itu jika masih ada di hijab seorang wanita maka laki-laki pada umumnya akan tetap tertarik dan ada keinginan padamu. Coba pikirkan dan sadari.

Apa gunanya hijab jika warnanya pink ? justru menarik pandangan.

Apa gunanya hijab jika ketat ? justru tampak telanjang membentuk lekuk tubuhmu.

Apa gunanya hijab jika terawang ? akan terlihat kulitmu.

Apa gunanya hijab jika tidak menutup seluruh tubuh ? Rambut tertutup tapi kaki terbuka ? atau yang lainnya..

Jika bisa dibandingkan, wajahmu itu mutiara. Jika mutiara itu terlalu sering terlihat maka keindahannya pun akan tak bernilai lagi. Ah biasa„ah biasa.. Maka, simpan untuk suami tercintamu. Aku yakin dia sedang dalam perjalanan menjemputmu. Tunggulah ia di rumahmu.. ( Namun tak bisa disamakan dengan mutiara, muslimah sholihah itu perhiasan terindah di dunia )

Kuharap kalian benar-benar paham. Semoga Allah memberi hidayah-Nya kepada kita..

Selain ayat itu, juga banyak ayat lain yang memerintahkan untuk menahan pandangan ( An nuur : 30-31 ) yang kuyakin sudah kalian ketahui atau mungkin sudah menghafalnya.

Pengurus Akhwat

Pengurus akhwat menurutku tidak perlu. Penjelasannya seperti apa yang telah ada di poin sebelumnya. Hanya saja disini mari kita rehat sejenak untuk sedikit melihat para shohabiyah. Wanita-wanita muslim yang bertemu dengan rasul dan beriman kepada apa yang rasul bawa dan mati dalam keadaan islam. Mereka adalah generasi wanita terbaik yang telah dinyatakan oleh Allah dalam Al Quran.

Coba kita telisik, apakah dulu ketika Rasul berdakwah, ‘aisyah (istri Rasul) juga ikut rapat ?

Tidak. Padahal ‘Aisyah adalah wanita paling berilmu secara mutlak.

Maka saranku adalah mulai dari ketua sampai pengurus-pengurus di blok dipegang oleh laki-laki. Cukuplah akhwat itu mengurus bagian akhwat sendiri, jangan sampai akhwat itu sibuk2 ngurus surat ijin lah, ngurus ijin tempat lah, dsb. Akhwat itu kalaupun ngurus yang ngurus snack semampunya, ngurus pengumpulan infaq dari akhwat, ngurus ukhuwah antara akhwat, dsb. Kehormatan perempuan muslim lebih berharga dibanding rapat-rapat itu. Aku tak ingin kehormatan saudariku ada yang tercabik lagi. Kalian pasti juga tak mau.

Jadi, akhwat itu ga perlu banyak keluar namun ukhuwah kalian erat. Manfaatkan sebaik mungkin jika ada kesempatan bertemu..

Halal bihalal

Mungkin tujuan adanya halal bihalal adalah untuk meminta kehalalan kepada saudara kita atas dosa-dosa kita. Namun satu pertanyaan, apakah hanya waktu itu kita minta kehalalan/minta maaf ? Tentunya tidak.

Aku sarankan, jangan anggap acara ini adalah tuntunan dari Nabi karena Nabi tidak mencontohkannya ( tidak ada dalilnya mengkhususkan setelah idul fitri ). Namun jika kalian ingin mengadakannya, maka niatkanlah hanya untuk silaturahmi dan tidak menganggapnya ini sunnah(tuntunan) dari Rasul.

Mabit

Mabit (kalau tidak salah) diambil dari kata baata, yabiitu, menjadi mabit yang artinya bermalam. Mabit ini disyariatkan kepada muhrim (orang yang sedang berihrom). Mereka diperintah untuk mabit di Mina selama beberapa malam.

Namun bagaimana dengan mabit di sekolah dsb?

Allahu a’lam. Aku belum tahu dalilnya. Satu poin yang paling kusangsikan dari mabit yang biasa diadakan. Mengapa akhwat juga ikut mabit ?

Bahwa wanita itu hakikatnya berada di rumah. Coba kita ambil kemungkinan-kemungkinan. Coba bagaimana kalau pas mabit ada oknum yag tidak dikenal/dikenal menyatroni ruangan akhwat ? dsb. Tentunya kita tidak menginginkan hal itu terjadi. Namun alangkah baiknya jika itu semua kita antisipasi dengan cara yang dituntunkan Islam, yaitu wanita itu hakikatnya berada di rumah.

Bahkan, teman-teman kuyakin sudah pernah mendengar hadits yang berbunyi.

“ … Sholat seorang wanita di rumah itu lebih afdhol daripada di masjidku … “

Itu adalah sebuah cuplikan hadits panjang yang intinya bahwa sholat di masjidil haram itu 10.000 x lipat, di masjid nabawi itu 1000 x lipat, di masjidil aqsha itu 500 x lipat, lalu Rasul menyebutkan kalimat tadi “ … Sholat seoarang wanita di rumahnya itu lebih afdhol daripada di masjidku (masjid nabawi) … dan sholat wanita di kamarnya lebih afdhol dibanding di rumahnya, dan sholat seoarng wanita di bagian khusus tersendiri di kamarnya itu lebih afdhol dibanding di kamarnya. “

Lihatlah kawan, bahkan ibadah yang wajib saja (sholat) Allah memerintahkan wanita untuk melakukannya di rumah. Apalagi sekedar mabit.. Renungkan wahai saudara dan saudariku.

Atribut/Jaket

Keren. Mungkin itu efek pertama dengan diadakannya jaket ukhrowi. Trus mungkin dengan adanya jaket akan menambah rasa ukhuwah diantara anggota ukhrowi. Namun kawan, belum pernahkah kalian mencoba untuk berpandangan lebih jauh dibanding hanya sekedar apresiasi “keren” ? dibanding ukhuwah antar anggota ukhrowi ?

Jauh atau dekat, aku rasa akan timbul sebuah sekat antara kalian dan teman-teman rohis yang tidak ikut ukhrowi.

Jauh atau dekat, aku rasa akan timbul sebuah sekat antara kalian dan teman-teman yang tidak ikut rohis.

Bukankah mereka yang tidak punya jaket itu juga muslim ?

Aku khawatir mereka akan beranggapan Ukhrowi Eksklusif, Ukhrowi bukan untukku, Ukhrowi itu punyamu, dsb. Bukannya ukhrowi itu untuk menjalin ukhuwah bukan untuk menyekat ukhuwah ?

Selain itu, mungkin pula akan timbul rasa bangga diri dari anggota ukhrowi dengan memakai jaket itu.

“ Nih, aku ikut ukhrowi.. “ gumam dalam hati.

“ Nih, jaket ukhrowi lebih bagus daripada jaketmu.. “ gumam dalam hati..

Dsb.

Saranku, tinggalkan atribut. Semua atribut. Bukankah dulu para shahabat juga tanpa atribut ?

“Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai, dan ingatlah akan nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa jahiliah) bermusuh-musuhan, maka Allah mempersatukan hatimu, lalu menjadilah kamu karena nikmat Allah orang-orang yang bersaudara; dan kamu telah berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu darinya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu, agar kamu mendapat petunjuk.” (Ali ‘Imran: 103)

Lihatlah, dulu rasa kesukuan itu sangat kental sehingga mereka saling berceri berai. Namun ketika islam datang… Allah membuat mereka bersaudara karena Islam.

Para shahabat bangga dengan pakaian islam, bukan pakaian suku/organisasi, dsb. Jubah, sarung, sarowil, gamis, peci, imamah, dsb. Aku tak ingin virus ashobiyah ituu muncul di ukhrowi setelah islam jauh-jauh hari telah melenyapkannya..

Progja Besar

Ukhuwah tak harus dengan keterpaksaan. Ukhuwah bisa dieratkan dengan hal-hal kecil. Kami dulu beranggapan bahwa kami tak akan memberatkan diri sendiri, entah itu dengan iuran kas yang berlebihan atau dengan kegiatan yang besar. Kami dulu sadar, kami bisa berkumpul berbincang menanyakan kabar sudah membuat kami senang, ukhuwah terjalin, dan berkelanjutan. Kami sadar, kami tidak setip hari bertemu, kami tidak berada di satu daerah dekat, kami tidak ada investasi banyak, maka dari itu kami tekadkan bahwa kami jalin ukhuwah ini dengan kesederhanaan. Menerima apa yang bisa kami lakukan, walaupun itu kecil. Manfaat lebih kami utamakan bukan pamor ataupun yang lainnya. Adapun cara lain jika ingin sering bertemu adalah ketika ada acara dari sebuah rohis, kami usahakan datang berkunjung ke acara tsb. Namun tentu dengan timbangan syariat, apakah acara itu sesuai dengan syariat atau tidak.

Oleh karena itu, saya sarankan agar menjalin ukhuwah ini cukup dengan hal sederhana. Senyum, tebar salam, saling memberi hadiah, dsb. (kuyakin kalian sudah tahu masing-masing hadits yang menunjukkan 3 perkara tsb)

Jangan merasa kurang dengan ukhuwah. Karena sesungguhnya ukhuwah ini tergantung orang. Jika orang tsb ingin kuat ukhuwah dengan saudaranya, maka ia akan mengingat-ingat kebaikan saudaranya ketika bertemu. Mungkin ia tulis dalam sebuh catatan harian. Lalu ketika senggang ia baca catatan itu, teringat kebaikan saudaranya, maka insya Allah akan tmbul rasa rindu karena Islam kepada saudaranya tsb. Mudah kan ?

Bangun ukhuwah diatas kesederhanaan

Saudaraku yang semoga dirahmati Allah, mungkin banyak kata yang lancang. Mungkin banyak hal yang tak bisa kalian terima. Mungkin banyak hal yang salah. Namun inilah suratku untukmu, ukhrowi. Sebuah majelis yang keharap dapat menjadi jembatan panjang ukhuwah kita..ukhuwah di atas islam, bukan ukhuwah di atas golongan ataupun yang lainnya.

Akhirnya cukup sekian. Al ‘afwu minkum. Ini saran, jika diterima alhamdulillaah, jika tidak, maka aku sudah menyampaikan. Wal ‘Ilmu indallaah. Ilmu itu disisi Allah. ‘afwan jika ada tutur kata yang salah.

#Bukan dariku
penulis : Abu Abdirrohman

Total comment

Author

Unknown

0   komentar

Cancel Reply