pict.jpg : google.com
Dulu, masa kecil dihabiskan dengan bersuka cita menyambut Ramadhan bersama meriahnya petasan. Tak lupa juga ada Long bersama sulutan minyak tanah dipunggung hingga terdengar bunyi yang merusak suasana ibadah shalat tarawih malam. Atau berebut takjil maghrib di surau terdekat dan menyaksikan orang lain berebut mengambil daging di nampan jamaah yang syukuran (hehe.. bukan saya). Atau pagi hari jalan-jalan di bukit desa tetangga melihat sunrise yang muncul jam 05.00 dan diakhiri dengan lari-larian mencari sesuatu yang unik untuk dibawa pulang. Atau dengan mendatangi rumah yang menyediakan sedekah Lebaran untuk anak-anak dan berlomba-lomba siapa yang menang mendapatkan uang paling banyak.. :’) masa kecil
Tahun lalu dan tahun-tahun sebelumnya menjalaninya di hangatnya Lingkungan Keluarga. Bersama tilawah dan takbir yang menghiasi malam. Ramadhan selanjutnya apa kabar? Insyaa Allah H-7 yaa Ummi Abi? :’)
Dan bagaimana dengan tahun ini? Sudah siapkah menjalani hari-hari dengan amalan andalan yang lebih? Dan bagaimana kabar iman di Ramadhan nanti? Sebelum mengagendakan » ‘ramadhan battle plan’, mari sama-sama berdoa :
‘Semoga disampaikannya umur kita di bulan Ramadhan 1435 H’ :’)
~to be continued~
