Abdulah bin Rawahah radhiyallahu ‘anhu berkata, ‘Kita tidak memerangi manusia dengan bilangan, kekuatan dan jumlah kita. Kita hanya memerangi mereka karena Diin ini. Diin yang Allah memuliakan kita dengannya’
'Barangsiapa yang berusaha untuk bersabar niscaya Allah akan menjadikannya sabar. Juga, barangsiapa yang berusaha untuk selalu mengerjakan kebaikan niscaya Dia akan memberikannya, dan barangsiapa yang menjaga diri dari keburukan niscaya Dia akan menjaganya'
'Aku, surga dan tamanku ada di dalam dadaku, kemanapun aku pergi ia selalu bersamaku, tidak meninggalkanku. Jika aku dipenjara, bagi-ku itu adalah khalwah. Jika aku dibunuh, bagiku itu adalah syahadah. Dan jika aku diusir dari negriku, bagi-ku itu adalah siyahah, jalan-jalan’ [Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah]
Ketahuilah wahai saudaraku, sungguh engkau akan menemui masa-masa yang sulit, melelahkandan berbagai ujian di atas jalan kebenaran dan disibukkan dengan berbagai aktivitas dakwah. Apabila engkau teguh, niscaya kepedihan dan kelelahanmu akan sirna. Dan sejarah memberikan kesaksian kepada kita bahwa keagungan dan kebahagiaan telah menyerahkan pusat kendalinya kepada orang-orang yang teguh dan ta’at dalam medan perjuangan. Insyaa Allah
Apa yang telah Allah pilihkan bagi hamba-Nya yang beriman adalah pilihan yang terbaik, meski tampaknya sulit, berat atau memerlukan pengorbanan harta, kedudukan, jabatan, keluarga, anak atau bahkan lenyapnya dunia seisinya, Karena ‘sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mukmin, diri dan harta mereka dengan Jannah’ [Tafsir Q.S. At Taubah : 111]
Ketahui-lah bahwa Diin ini hanya tegak di atas pundak orang-orang yang memiliki ‘azzam (kemauan) yang kuat. Ia tidak akan tegak di atas pundak orang-orang yang lemah dan suka berhura-hura. Tidak akan pernah!
dikutip dari link in
pict3.jpg : google.com
