pict : google.com
Tidak melewatkannya di hari jumat untuk sekedar berinteraksi dengan bacaan kahfi. Entah mengapa suka sekali dengan surat ini sejak mengenal salah satu keutamaan-keutamaan kahfi yang dipaparkan dalam sebuah hadist shahih :
"Barangsiapa membaca surat al-Kahfi pada malam Jum’at, maka dipancarkan cahaya untuknya sejauh antara dirinya dia dan Baitul ‘atiq." (Sunan Ad-Darimi, no. 3273. Juga diriwayatkan al-Nasai dan Al-Hakim serta dishahihkan oleh Al-Albani dalam Shahih al-Targhib wa al-Tarhib, no. 736).
Banyak kisah-kisah yang termaktub didalamnya. Kisah Ashhabul Kahfi, kisah dua orang laki-laki yang seorang kafir dan yang lainnya mu’min, kisah Nabi Musa ‘alaihissalam dengan Nabi Khidhr ‘alaihissalam, dan kisah Dzulkarnain.
Surat yang terdiri dari 110 ayat inilah yang sering mengalun dinetbuk ‘ASUS biru donker’ dari bacaan Ustadz Yusuf Mansyur dan Syaikh Mishaari Raashid al-Aafaasee. Bicara tentang bacaan Quran Syaikh Mishaari Raashid al-Aafaasee, Masjid Kampus UGM punya satu imam yang bacaannya mirip dengan Syaikh Mishaari Raashid al-Aafaasee. Masyaa Allah.. Beliau yang beberapa hari yang lalu menegur ku dengan adab perputaran badan saat mengambil sandal diparkiran bawah takmir MasKam.
Kembali ke Kahfi..
Dulu saat menjadi santri di Nurul Hikmah, kisah Pemuda Kahfi menemani pengajaran TPA oleh ustadzah. Bermulailah kami berimajinasi bagaimana wujud dari Gua Pemuda Kahfi tersebut.. xD
“Adakah engkau menyangka (wahai Muhammad), bahawa kisah ‘ashabul kahfi’ (penghuni gua) dan ‘ar-raqiim’ (anjing mereka) termasuk antara tanda-tanda-tanda kekuasaan Kami yang menakjubkan? (Ingatlah) tatkala pemuda-pemuda itu mencari tempat berlindung ke dalam gua lalu mereka berdoa: “Wahai Tuhan kami berikanlah rahmat kepada kami dari sisi-Mu dan sempurnakanlah bagi kami petunjuk yang lurus dalam urusan kami (ini)”. (al-Kahfi: 9)
“Sesungguhnya mereka itu adalah pemuda-pemuda yang beriman kepada Tuhan mereka dan Kami tambahkan kepada mereka petunjuk.” (QS al-Kahfi:13)
Sedikit kisahnya, mereka adalah pemuda-pemuda yang mengungkapkan hujjah didepan seorang raja dzalim dimasa itu. Karena sayangkan aqidah dan agama mereka, pemuda-pemuda itu mencari keputusan yang mufakat. Mengenai tindakan apa yang sepatutnya diambil untuk mempertahankan diri dan juga agama mereka. Akhirnya mereka memutuskan untuk lari bersembunyi dan berlindung di dalam gua di kawasan pedalaman/kampung.
“Dan oleh karena kamu telah mengasingkan diri dari mereka dan dari apa yang mereka sembah selain Allah, maka pergilah kamu berlindung di gua itu, supaya Tuhan kamu melimpahkan dari rahmat-Nya kepada kamu dan menyediakan kemudahan-kemudahan untuk menjayakan urusan kamu dengan memberi bantuan yang berguna”. (al-Kahfi: 16)
Mereka lari ke pedalaman di kawasan pergunungan. Di situ terdapat sebuah gua dan di situlah mereka bersembunyi dan berlindung bersama seekor anjing bernama ar-raqiim. Maka anjing itu turut bersama-sama dengan mereka berlindung dan menetap di gua itu. Di dalam gua itu mereka diberi ketenangan dan ketenteraman oleh Allah.Allah telah menidurkan mereka dengan nyenyak dalam gua tersebut.
Firman Allah menceritakan tentang mereka di dalam gua :
“Lalu Kami tidurkan mereka dengan nyenyaknya di dalam gua itu bertahun-tahun lamanya”. (al-Kahfi: 11).
Dan disaat terbangun, betapa bersihnya hati dan akhlak mereka. Walaupun dalam keadaan yang gawat dan susah serta kelaparan, tetapi mereka masih berpesan kepada sahabat mereka yang ditugaskan ke kota mencari makanan itu supaya mencari dan memilih makanan yang bersih dan halal.
“Maka suruhlah salah seorang di antara kamu pergi ke kota dengan membawa uang perak kamu ini, dan hendaklah dia lihat manakah makanan yang paling baik (yakni yang bersih dan halal), maka hendaklah dia membawa makanan itu untuk kamu, dan hendaklah dia berlaku lemah lembut dan janganlah sekali-kali menceritakan hal kamu kepada seseorangpun. Sesungguhnya jika mereka dapat mengetahui tempatmu, niscaya mereka akan melempar kamu dengan batu, atau memaksamu kembali kepada agama mereka, dan jika demikian niscaya kamu tidak akan beruntung selama-lamanya”. (al-Kahfi: 19-20)
Dan itulah tanda kuasa Allah. Ketidak percayaan seseorang dimasa itu tentang datangnya hari akhir dibuktikan dalam kisah ini. Jasad beribu bahkan berjuta tahun lamanya dimakan tanah akan kembali dibangkitkan. Maka bertepatanlah masanya saat Allah membangkitkan ashabul kahfi pada zaman tersebut dan menzahirkan kekuasaanNya kepada hamba-hambaNya yang masih ragu-ragu lagi.
Bagaimana dengan kita?
#MuhasabahDiri
sumber : Al-Kariim
beberapa referensi dari : http://www.husammusa.com/v10/pedoman/692-kisah-ashabul-kahfi-7-pemuda-tertidur-309-tahun.html
